Sabtu, 03 November 2018

Kisah Bantahan Bahwa Nabi Isa Tidak Kafir

Pada suatu ketika, Rasulullah sedang berdakwah di hadapan kaum Quraisy Mekkah. Ia menyeru kaum Quraisy untuk meninggalkan penyembahan watu berbentuk berhala dan hanya menyembah kepada Allah.

Rasulullah bersabda melalui Firman Tuhan swt, “Sesungguhnya kau dan apa yang kau sembah selain Tuhan yakni kayu bakar neraka Jahanam, kau niscaya masuk ke dalamnya.” (QS. Al-Anbiya : 98). Rasulullah menambahkan bahwa ayat ini ditujukan untuk tuhan-tuhan kaum Quraisy dan juga seluruh umat manusia.


Abdullah bin Az-Zab’ari bertanya, “Bagaimana dengan Isa anak Maryam yang disembang orang Nasrani? Apakah ia juga menjadi kayu bakar neraka Jahanam kayak halnya tuhan-tuhan kami? “Rasulullah pun terdiam. Sementara itu, mereka tertawa terbahak-bahak. Mereka semua merasa telah mampu mematahkan penbisa Rasulullah. Sebenarnya, Rasulullah termangu alasannya yakni menunggu wahyu dari Allah.

Kemudian, Rasulullah menjawab, “Isa bukanlah anak Allah. Ia yakni seorang hamba Tuhan yang mengsajak menyembah Allah. Tuhan menghadiahkankan nikmat kenabian kepadanya. Pendeta Kristen yang meminta kaum bani Israil menyembah Isa.” Rasulullah menambahkan bahwa Nabi Isa dilahirkan tanpa ayah. Hal itu menyampaikan bahwa Tuhan dapat melaksanakan segala hal sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan menjadikannya sebagai bukti kekuasaan-Nya kepada kaum Bani Israil.” Orang-orang Quraisy itu bertanya hanya untuk membantah Rasulullah dan bukan mencari kebenaran.

Ayat Al Alquran yang berkaitan dengan hal ini yakni ayat 116-117 Surat Al-Maidah. “Dan (ingatlah) dikala Tuhan berfirman, ‘Hai Isa Putera Maryam, adakah kau menyampaikan kepada manusia’, ‘Jadikanlah saya dan ibuku dua orang yang kuasa selain Allah?’ Isa menjawab, ‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku menyampaikan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika saya pernah mengatakan, tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada saya dan saya tidak mengetahui apa yang ada pada aku. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara yang ghaib.’ saya tidak pernah menyampaikan kepada mereka, kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya, adalah, ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan yakni saya menjadi saksi terhadap mereka, selama saya berada di antara mereka. Oleh alasannya yakni itu seusai Engkau meninggal duniakan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau yakni Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

Baca juga :
Kemudian, Rasulullah saw mempertanyakan kaum Quraisy yang menyembah watu berbentuk berhala, padahal Tuhan telah menyampaikan bukti-bukti kekuasaannya. Apalagi, mereka menyembah benda-benda yang diciptakan oleh mereka sendiri.

Setelah mendengar klarifikasi Rasulullah, kaum Quraisy seketika terdiam. Mereka semua tidak dapat membantah perkataan Rasulullah yang mengandung kebenaran.

Kisah ini di diceritakan dalam Al Alquran Surat Az-Zukhruf ayat 57-58, “Dan tatkala anak Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak sebabnya. Dan mereka bersabda, “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau beliau (Isa)?” Mereka semua tidak menghadiahkankan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, bahwasanya mereka yakni kaum yang suka bertengkar.” (QS. Az-Zukhruf : 57-58)

Oleh Sugiasih, S.Si.

Ini Yang Terlama